Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu dari Malaysia

Jakarta, 19/01/2016 Kemenkeu - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Aceh bersama dengan jajaran kantor vertikal di bawahnya terus berusaha memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya di wilayah Aceh. Salah satunya, pada awal tahun ini, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Banda Aceh menggagalkan upaya penyelundupan Methamphetamine (sabu-sabu) dari Malaysia.

Sebagaimana dilansir situs resmi DJBC pada Senin (18/1) kemarin, penggagalan upaya penyelundupan tersebut terjadi pada 7 Januari 2016 lalu di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Dalam operasi ini, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 993 gram sabu-sabu senilai sekitar Rp2 miliar yang dibawa oleh penumpang pesawat Air Asia AK-421 rute Kuala Lumpur-Banda Aceh.

Tersangka yang berkewarganegaraan Malaysia berinisial FH tersebut terbukti menyimpan sabu-sabu dalam tas ranselnya. Modus yang digunakan yakni menyamarkan sabu-sabu tersebut sebagai serbuk kelapa beku yang dibungkus dalam kemasan aluminium foil.

Dari hasil pengembangan oleh bea cukai bekerja sama dengan Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Aceh, petugas berhasil menangkap dua tersangka lain, yaitu B yang bertugas mengambil barang dan DH yang diduga sebagai pemilik sabu-sabu.

Atas keberhasilan tersebut, Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh Saipullah Nasution pun mengapresiasi kerja sama antara Bea Cukai dan Polda Aceh. Sementar itu, Kapolda Aceh Irjen Polisi Husein Hamidi berharap, kerja sama yang telah terjalin ini mampu melindungi masyarakat dari bahaya narkotika, psikotropika dan obat-obatan berbahaya lainnya.

Hal tersebut dikarenakan, dari hasil pemantauan, pada tahun 2015 lalu, ladang ganja di Aceh telah mencapai 235,5 hektar. “Sabu-sabu bahkan sudah digunakan sampai di desa-desa di wilayah Aceh, dan masuk dari Malaysia melalui dua jalur, yaitu lewat laut dan udara, sehingga dibutuhkan kerja sama yang lebih intens dengan instansi lainnya, termasuk Bea Cukai,” jelasnya.(nv)