Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Bandar Lampung Selamatkan Rp3,7 Miliar Potensi Kerugian Negara

Jakarta, 16/03/2016 Kemenkeu - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bandar Lampung berhasil menindak barang ilegal senilai lebih dari Rp7,93 miliar selama periode Oktober 2015 hingga Februari 2016. Dari penindakan tersebut, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp3,7 miliar.

Berbagai barang ilegal tersebut antara lain hasil tembakau (rokok) ilegal, total sejumlah 13.834.880 batang yang merupakan hasil penindakan di Lintas Timur, Lampung Selatan serta 1.026.200 batang yang merupakan hasil pelimpahan dari Kepolisian Resor Lampung Selatan. Rokok ilegal tersebut ditindak karena tidak dilekati dengan pita cukai yang sah.

“Bea Cukai Bandar Lampung terus menggiatkan kegiatan pengawasan dalam rangka pengamanan hak-hak keuangan negara, khususnya terhadap pelanggaran di bidang cukai yang sangat merugikan penerimaan negara,” demikian dikatakan Kepala KPPBC Bandar Lampung Beni Novri dalam konferensi pers sebagaimana dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Selasa (15/3).

Ia menambahkan, Bea Cukai Bandar Lampung juga telah melakukan penindakan terhadap 4.702 botol minuman keras (Minuman Mengandung Etil Alkohol/MMEA) ilegal di Lampung Timur.  Selain itu, petugas juga melakukan penindakan atas barang kiriman pos yang dikirim dari luar negeri via Kantor Pos Lalu Bea Bandar Lampung, yang terdiri atas sex toys, bibit, grape vine cutting, spray obat kuat, dan spare part air soft gun.

“Pengawasan terhadap masuknya barang-barang ilegal via kiriman pos juga terus kami tingkatkan dalam rangka melaksanakan tugas sebagai community protector. Barang yang kami tegah di kantor pos merupakan barang terkait unsur pornografi dan tidak memenuhi ketentuan larangan dan pembatasan dari instansi terkait, antara lain Karantina, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan Polri,” jelasnya.(nv)