Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai-BNN Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu-Sabu

Jakarta, 17/11/2016 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan 100 kilo gram (kg) Methamphetamine (sabu-sabu) pada Selasa (15/11). Selain sabu-sabu, dalam penggerebekan yang dilakukan di sebuah gudang di kawasan pergudangan Kosambi, Dadap, Tangerang tersebut, tim gabungan juga menemukan 300.250 butir erimine5.

Penggerebekan bermula dari informasi BNN akan kemungkinan adanya importasi narkotika yang disamarkan sebagai furniture impor dari Taiwan ke Indonesia, melalui Pelabuhan Bongkar Tanjung Priok, Jakarta. Atas informasi tersebut, DJBC melakukan pemeriksaan fisik, pelacakan menggunakan unit anjing pelacak (K-9) dan pemeriksaan secara mendalam terhadap objek yang dicurigai. Tim gabungan kemudian membongkar furniture impor tersebut, dan menemukan barang yang terindikasi narkoba disembunyikan dalam sofa.

Selanjutnya, tim gabungan melakukan pemantauan atas proses penyelesaian formalitas kepabeanan secara normal, hingga penerbitan surat persetujuan pengeluaran barang. Koordinasi DJBC dan BNN berlanjut dengan melakukan controlled delivery kepada pemilik barang. Tim gabungan terus memantau pergerakan barang hingga dikeluarkan dari gudang di Muara Baru menuju gudang di kawasan Kosambi, Dadap, Tangerang.

Atas indikasi kuat, DJBC dan BNN melakukan penindakan di gudang tersebut. Selain barang bukti narkoba, petugas juga mengamankan tersangka berinisial YJ, Warga Negara Taiwan dan dua tersangka lain yang belum diketahui identitasnya.

Sebagai tindak lanjut, barang bukti dan tersangka diserahkan kepada BNN untuk diproses lebih lanjut. Atas perbuatannya, para tersangka terancam pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Selain itu, tersangka juga diancam dengan pasal 61 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp300 juta.

Atas terbongkarnya penyelundupan ini, DJBC dan BNN berhasil menyelamatkan sekitar 500.000 jiwa generasi muda Indonesia.(nv)