Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu-Sabu dalam Genset

Jakarta, 29/01/2016 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) terus bekerja sama mencegah pemasukan dan peredaran narkoba di Indonesia. Pada awal tahun ini, tepatnya Rabu (27/1), kolaborasi dua instansi ini berhasil menggagalkan peredaran 100 kilo gram Methamphetamine (sabu-sabu) siap edar di Jepara, Jawa Tengah.

Dari keterangan resmi DJBC terungkap, sabu-sabu tersebut tersimpan di sebuah gudang meubel milik CV JRI. Modus yang digunakan oleh pelaku adalah dengan menyembunyikan sabu-sabu di dalam mesin genset (gasoline engine) yang diimpor dari Tiongkok melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Penindakan ini sendiri berhasil dilakukan setelah DJBC dan BNN menerima informasi dari Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat pada Desember 2015 lalu. Dalam informasinya, DEA menyampaikan adanya dugaan pengiriman narkotika, psikotropika dan prekursor (narkoba) yang kemungkinan disamarkan sebagai barang impor berupa gasoline engine, agriculture machinery atau diesel engine dari Tiongkok ke Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

BNN berkoordinasi dengan DJBC kemudian melakukan analisis penelusuran impor dan berhasil menemukan barang impor dengan indikasi kuat sesuai informasi dan data yang  diterima. Tim gabungan lalu melakukan pemeriksaan fisik dengan X-ray dan pemeriksaan secara mendalam dengan cara membongkar genset. Saat melakukan pembongkaran inilah, tim berhasil menemukan narkoba yang disembunyikan dalam genset.

Atas temuan ini, suspect barang impor tersebut (genset) selanjutnya dikeluarkan dari kawasan pabean dan pergerakannya terus dipantau. Setalah dibongkar di salah satu gudang di Semarang, suspect barang impor tersebut terpantau dibawa menuju gudang meubel di Jepara. Di gudang meubel milik CV JRI inilah, tim gabungan kemudian melakukan penindakan. Dalam penindakan ini, selain mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu, petugas juga mengamankan tersangka berinisial MR, warga negara Pakistan.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Haryo Limanseto menyatakan, penindakan di Jepara ini merupakan tangkapan terbesar sepanjang tahun 2016 ini. “Kasus ini merupakan tangkapan terbesar aparat Bea Cukai di tahun 2016," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengungkapkan, terbuka kemungkinan barang bukti akan bertambah, mengingat masih ada sekitar 100 mesin yang belum dibongkar. “Jumlah masih bisa bertambah karena belum semua mesin dibongkar” katanya. Sebagai informasi, 100 kg sabu-sabu yang ditemukan ini berasal dari 94 mesin genset yang telah dibongkar.(nv)