Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 14 Ton Pasir Timah

Jakarta, 13/04/2016 Kemenkeu - Petugas Bea dan Cukai Bandar Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan satu container berisi 14 ton pasir timah senilai sekitar Rp2,1 miliar. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menyatakan, pasir timah tersebut sedianya akan dikirim ke Singapura oleh PT WPS.

Modus yang digunakan oleh tersangka adalah dengan memalsukan informasi ekspor barang. Dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barangnya (PEB), tersangka menginformasikan barang yang akan diekspor adalah 16,69 ton arang kayu (lumpwood charcoal) yang dikemas dalam 40 karung besar. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, di antara 40 karung tersebut, petugas menemukan 16 diantaranya ternyata berisi pasir timah, dengan berat total 14 ton.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut,barang ditegah. Saat ini sedang dilakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan ketentuan untuk dapat dilakukan pengembangan penindakan,” ujar Dirjen Bea dan Cukai dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bandar Lampung di area Pelabuhan Panjang Bandar Lampung, Selasa (12/4).

Menurutnya, penambangan pasir timah dapat merugikan pendapatan negara, karena negara tidak menerima Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Keluar. Selain itu, daerah penghasil pun tidak menerima royalti pertambangan timah dari hasil ekspornya, sebagai akibat dari aktivitas ekspor dan pertambangan timah secara ilegal.

Bijih Timah berasosiasi dengan unsur-unsur logam tanah jarang yang bernilai tinggi. “Pasir timah asal Bangka diketahui mengandung Serium (Ce), Itrium (Y), Titanium (Ti), dan Torium (Th), yang dapat digunakan untuk pembuatan senjata, mengingat sifatnya yang ringan tapi sangat kuat, serta kandungan senyawa radioaktif lainnya seperti Uranium (U), yang semuanya berkaitan dengan masalah pertahanan dan keamanan negara,” pungkasnya.(nv)