Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 21 Ribu Botol Miras Ilegal

Jakarta, 03/12/2015 Kemenkeu - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tanjung Priok kembali menggagalkan importasi puluhan ribu botol minuman keras (minuman mengandung etil alkohol/MMEA) ilegal. Dari penggagalan upaya penyelundupan tersebut, Bea Cukai berhasil menyita total sebanyak 21 ribu botol minuman keras ilegal berbagai merk.

Dalam konferensi pers di Tempat Pemeriksaaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Koja Tanjung Priok pada Selasa (1/12) lalu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengungkapkan, minuman keras tersebut diimpor dengan menyalahgunakan fasilitas kawasan berikat. Adapun fasilitas yang disalahgunakan tersebut yaitu Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor atas impor bahan baku, bahan penolong, mesin produksi, dan lain-lain ditangguhkan.

Penggagalan penyelundupan sendiri telah dilakukan pada 26 November silam, atas kerja sama KPU BC Tanjung Priok dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bogor dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Sebagai tindak lanjut, petugas telah menetapkan tersangka berinisial AL. Saat ini, petugas tengah melakukan penyidikan dan proses pengembangan lebih lanjut.

Potensi kerugian negara yang ditimbulkan dari upaya penyelundupan tersebut mencapai Rp3 miliar. Sebagai informasi, upaya importasi ilegal tersebut melanggar Undang-Undang (UU) tentang Kepabeanan dan UU tentang Cukai.

Dirjen Bea dan Cukai menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan salah satu bentuk output sinergi yang baik di internal DJBC maupun eksternal dengan penegak hukum lainnya. “Sebagai pertanggungjawaban tugas kepada negara, dan pertanggungjawaban moral kepada masyarakat, kami akan selalu berkomitmen untuk memerangi segala macam bentuk penyelundupan,” katanya.(nv)