Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Batu Mulia Senilai Rp1,5 T Lebih

Jakarta, 20/03/2014 MoF (Fiscal) News - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe A Tanjung Priok berhasil melakukan penegahan atas eksportasi batu mulia senilai lebih dari Rp1,5 triliun. "Totalnya ada 6 kontainer yang sekarang kita tegah untuk kita lakukan penindakan dan penyidikan,” ungkap Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono di KPU BC Tanjung Priok, Jakarta pada Kamis (20/3).


Lebih lanjut ia menjelaskan, Batu mulia berbagai jenis dengan berat total 90 ton tersebut merupakan hasil penegahan selama periode Juni s.d. November 2013, yang terdiri atas 3 kontainer batu mulia jenis kalsedon dan batu kuarsa; 3 crate obsidian warna biru dan coklat, jasper kalsedon, agat kalsedon, dan kalsedon berbentuk fosil kayu. Selain itu, petugas juga menyita 1 kontainer kalsedon berbentuk fosil koral dan carnelian kalsedon; 1 kontainer kalsedon berbentuk fosil kayu, kalsedon berbentuk fosil koral, jasper kalsedon dan fosil kayu; serta 1 kontainer kalsedon berbentuk fosil kayu. Batu-batu mulia tersebut akan dikirim menuju Taiwan, China, dan Amerika.


Potensi kerugian negara yang timbul akibat upaya penyelundupan tersebut mencapai sekitar Rp485,6 miliar, yang berasal dari penghindaran bea keluar. Modus yang digunakan oleh pelaku adalah dengan memberitahukan jenis barang secara umum, yaitu natural stone, sehingga diduga ada upaya pelarian pos tarif untuk menghindari ketentuan dan/atau pembatasan ekspor atas barang-barang tersebut, serta menghindari pungutan bea keluar.


Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/PER/7/2012, jenis batu kalsedon yang belum diolah (mentah) merupakan barang yang dilarang untuk diekspor. Namun, untuk pengolahan sederhana, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 75/PMK.011/2012, dikenakan bea keluar sebesar 20 persen.(anh)