Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kura-Kura Ilegal

Jakarta, 23/02/2016 Kemenkeu - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Soekarno Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan dua jenis kura-kura ilegal senilai lebih dari Rp1 miliar pada Sabtu (20/2). Kedua jenis kura-kura tersebut rencananya akan dikirim ke Guangzhou, Tiongkok dari Bekasi.

Kura-kura yang akan diselundupkan tersebut terdiri atas 3.737 ekor kura-kura moncong babi (labi-labi/Carettochelys insculpta) dan 883 ekor kura-kura leher panjang (Chelodina mccordi), yang diperkirakan bernilai hampir Rp1,2 miliar. Dalam keterangan resminya pada Senin (22/2), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkapkan, modus yang digunakan adalah mencampur kedua jenis kura-kura tersebut dengan ikan botia legal yang akan diekspor.

Meskipun kura-kura moncong babi dan kura-kura leher panjang bukan termasuk spesies yang terancam kepunahan, tetapi kedua jenis kura-kura tersebut termasuk sebagai jenis spesies yang mungkin terancam punah apabila perdagangannya terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Oleh karena itu, pengangkutan kedua spesies tersebut wajib dilengkapi dengan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Luar Negeri (SATS-LN) dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Atas upaya penyelundupan tersebut, petugas telah mengamankan pihak-pihak yang terlibat, yakni WH selaku pemilik barang sekaligus pemilik CV BA, NV selaku pemasok barang, BM selaku sopir dan karyawan CV BA, IW selaku pengemas barang dan karyawan CV BA. dan SU selaku pengurus pembuatan pemberitahuan ekspor barang (PEB) dan sertifikat karantina.

Sebagai informasi, tindakan penyelundupan tersebut melanggar pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, dan memperdagangkan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati dengan ancaman pidana kurungan 5 tahun dan denda Rp100 juta.(nv)