Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Narkotika Senilai Rp6 Miliar Lebih

Jakarta, 22/04/2014 MoF (Fiscal) News - Petugas bea dan cukai berhasil menggagalkan dua kali upaya penyelundupan narkotika jenis Methamphetamine (sabu-sabu) dan ekstasi di Pelabuhan Feri Tanjung Balai Karimun, yaitu pada 6 dan 13 April 2014.


Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC) DJBC, Susiwijono dalam keterangan resminya pada Selasa (22/4) menyatakan, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 100 gram sabu-sabu dan 2 butir ekstasi pada 6 April 2014 yang diperkirakan bernilai sekitar Rp150 juta. Pelaku ditangkap saat sedang melakukan transaksi di Tembilahan. Dari kasus ini, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial HE (44), SP (32) dan DY (32). Ketiganya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).


Selang satu minggu, yakni pada 13 April 2014, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 3.838 gram sabu-sabu yang diperkirakan bernilai Rp6 miliar. Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan membawa narkotika tersebut dalam tas punggungnya, setelah terlebih dahulu dibungkus dalam kemasan minuman cokelat instan. Dari kasus ini, petugas berhasil mengamankan empat orang tersangka, masing-masing berinisial SD (26), warga negara Malaysia, serta NS (52), WP (27) dan BN (26), ketiganya adalah WNI.


Penggagalan upaya penyelundupan tersebut merupakan hasil kerja sama antara tim dari Subdirektorat Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Kepulauan Riau, Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjung Balai Karimun, dan KPPBC Tembilahan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).


Lebih lanjut ia mengungkapkan,  kedua kasus tersebut dilakukan oleh dua jaringan sindikat narkoba yang berbeda, tetapi memakai jalur atau rute serupa, yaitu Malaysia–Tanjung Balai Karimun–Pekanbaru. Selanjutnya, untuk pengembangan lebih lanjut, ketujuh tersangka dan barang bukti diserahkan secara resmi kepada BNN.


Perbuatan pelaku tersebut melanggar pasal 113 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling lama15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Dalam kedua kasus tersebut, barang bukti beratnya melebihi 5 gram, sehingga pelaku diancam dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp10 miliar ditambah 1/3.


Upaya penggalan ini merupakan bentuk fungsi DJBC sebagai community protector untuk melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Asumsinya, dengan penggalan 2 kasus penyelundupan narkoba dengan berat 3.938 gram, maka sekitar 19.690 orang dapat diselamatkan dari bahaya narkoba.(bw)