Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu dalam Kursi Roda

Jakarta, 20/01/2016 Kemenkeu - Semakin kreatifnya modus penyelundupan narkoba di Indonesia menuntut Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai garda terdepan perbatasan terus mengoptimalkan kinerjanya. Baru-baru ini, DJBC berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis Methamphetamine (sabu-sabu) yang disimpan di dalam kursi roda dan alat pijat.

Adalah Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Palembang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba melalui paket kiriman tersebut. Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Harry Mulya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat DJBC, Jakarta pada Selasa (19/1) mengungkapkan, total sebanyak 1,2 kilo gram sabu-sabu berhasil digagalkan penyelundupannya.

Terungkapnya penyelundupan ini berawal dari kecurigaan petugas saat pemindaian x-ray terhadap barang yang dikirim melalui kargo bandara pada Kamis (24/12) di Area Kargo Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati adanya kristal bening yang diduga sabu-sabu di dalam kursi roda dan alat pijat kaki.

“Pemeriksaan petugas atas barang kiriman berupa kursi roda dan alat pijat kaki yang berasal dari Thailand ini membuahkan barang bukti berupa Methamphetamine berbentuk kristal bening, tersembunyi di dalam roda pada kursi roda dan dinding alat pijat kaki,” ungkap Harry.

Petugas bea cukai bekerja sama dengan BNN Pusat kemudian melakukan pengembangan kasus dan berhasil menangkap BN (32) yang berperan sebagai kurir dan HG (33) yang diduga sebagai otak penyelundupan. Keduanya diringkus saat hendak mengambil barang di dekat area pergudangan Muara Karang, Jakarta Utara.

Selanjutnya, kedua tersangka beserta barang bukti diserahkan kepada BNN Pusat untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka diduga kuat melanggar Undang-Undang (UU) Kepabeanan dan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Dengan perhitungan satu gram sabu bisa dikonsumsi lima orang, maka Bea Cukai bersama BNN melalui penggagalan penyelundupan ini telah menyelamatkan enam ribu orang generasi muda Indonesia,” pungkas Harry.(nv)