Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu di Tanjung Perak

Jakarta, 09/05/2014 MoF (Fiscal) News - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Perak berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.689,9 gram bruto Methamphetamine (sabu-sabu) senilai Rp2.281.365.000 pada Kamis (29/4) lalu.


Kepala KPPBC Tanjung Perak, Ircham Habib dalam konferensi pers pada Kamis (8/5) mengungkapkan, modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan menyelundupkan narkotika tersebut melalui paket kiriman dari Hong Kong tujuan Bandung, yang dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT). Pada saat pemeriksaan awal, petugas mendapati paket tersebut berisi 5 buah travel bag, 2 tas sekolah anak-anak, 1 set pisau, dan beberapa bungkus makanan ringan.


Setelah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh isi paket, petugas mencurigai 5 buah travel bag di dalam paket tersebut. “Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan hasilnya ditemukan kemasan plastik berisi kristal bening di dalam kelima gagang travel bag tersebut. Setelah dilakukan pengambilan contoh dan dilakukan pengujian dengan menggunakan narkotest dan uji laboraturium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Surabaya, hasilnya adalah positif Methamphetamine,” ungkapnya.


Selanjutnya, tim KPPBC Tanjung Perak menyerahkan barang bukti dan melakukan koordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Direktorat Narkoba Polda Jatim untuk pengungkapan kasus penyelundupan ini. Upaya Pengungkapan jaringan narkoba oleh Direktorat Narkoba Polda Jatim dilakukan dengan control delivery ke alamat penerima di Bandung. Melalui upaya ini, petugas berhasil menangkap dua orang pelaku. Setelah melakukan pengembangan kasus ke pemberi order di Cilacap, Jawa Tengah, tim kembali berhasil menangkap dua orang pelaku.


Keempat pelaku tersebut terdiri atas dua orang laki-laki Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial VN (28 tahun) dan AH (24 tahun), satu orang perempuan WNI berinisial NN (54 tahun), dan 1 (satu) orang laki-laki Warga Negara Nigeria berinisial VTM (napi di LP Nusa Kambangan, dalam proses pemanggilan dalam rangka penyidikan ke Polda Jatim). Sebagai tindak lanjut atas upaya penyelundupan ini, pelaku dan barang bukti diserahkan kepada Penyidik Direktorat Narkoba Polda Jatim untuk pengembangan lebih lanjut.


Seperti diketahui, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Methamphetamine merupakan kategori narkotika golongan I. Berdasarkan pasal 113 ayat (1) dan (2), penyelundupan narkotika golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp10 miliar ditambah 1/3.(wa)

Selengkapnya pada Situs Direktorat Jenderal Bea dan Cukai