Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Kembali Gagalkan Penyelundupan Minyak Mentah Senilai Miliaran Rupiah

Jakarta, 29/03/2016 Kemenkeu - Bea Cukai kembali berhasil menggagalkan penyelundupan minyak mentah (crude oil) senilai miliaran rupiah. Adalah Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus Bea dan Cukai Kepulauan Riau, yang berhasil menegah MT Tabonganen 19 yang memuat 7.012,28 barel atau sekitar 1.115 kilo liter minyak mentah.

Sedianya, minyak mentah senilai sekitar Rp4 miliar tersebut akan dibawa dari Palembang, Indonesia menuju West OPL, Malaysia, tanpa dilengkapi dengan dokumen pelindung yang sah pada Selasa (22/3) pekan lalu. “Kapal patroli BC-7006 sukses melakukan penegahan atas penyelundupan ribuan barel crude oil senilai Rp4 miliar. Penyelundupan ini dapat berdampak negatif pada ketersediaan cadangan minyak nasional,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Khusus Bea dan Cukai Kepulauan Riau Parjiya dalam konferensi persnya.

Ia menambahkan, pada penegahan, petugas bea dan cukai turut mengamankan tiga orang tersangka, yaitu nakhoda kapal Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial MA, mualim kapal WNI berinisial AMJ, dan seorang broker berkewarganegaraan asing dengan inisial MFJ. Ketiga tersangka diduga melanggar Pasal 102A huruf a dan/atau Pasal 102A huruf c dan/atau Pasal 102A huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan hukuman maksimal pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp5 miliar.

Selanjutnya, untuk pemeriksaan lebih lanjut, kapal dan muatan diamankan di Kanwil Khusus  Bea dan Cukai Kepualauan Riau. Sementara itu, para tersangka ditahan di Rumah Tahanan Tanjung Balai Karimun.(nv)