Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Methamphetamine Senilai Rp3,5 M

Jakarta, 24/09/2013 MoF (Fiscal) News - Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika selama Bulan Agustus 2013. Dari kedua penindakan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 2.612 gram bruto Methamphetamine (sabu-sabu) senilai lebih dari Rp3,5 miliar.

Dari kasus pertama, petugas berhasil menyita 1.582 gram bruto Methamphetamine dalam paket kiriman dari Guangzhou, China yang dikirim melalui salah satu perusahaan jasa titipan di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (20/8). Oleh pelaku, narkotika senilai senilai Rp2.135.000.000 tersebut disembunyikan di dalam alas peti kayu kemasan paket yang berisi lampu mobil. Dari hasil pengembangan Tim Customs Tactical Unit (CTU) KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta bekerja sama dengan Polresta Bandara Soekarno Hatta, petugas berhasil menangkap tujuh orang laki-laki Warga Negara Indonesia sebagai tersangka. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada penyidik Polresta Bandara Soekarno Hatta untuk pengembangan lebih lanjut.

Pada Kamis (29/8), kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis Methamphetamine. Sebelumnya, petugas CTU KPPBC Soekarno-Hatta mencurigai salah satu penumpang Sriwijaya Air Rute Bali-Jakarta yang akan mengambil bagasinya di counter lost and found Garuda Indonesia (eks Pesawat GA 889 rute Guangzhou-Jakarta tanggal 28 Agustus 2013). Berdasarkan hasil profiling, petugas mencurigai bagasi yang diambil penumpang berkewarganegaraan Indonesia tersebut berisi narkotika. Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil menemukan 1.030 gram bruto Methamphetamine senilai Rp1.390.000.000 yang disembunyikan di dalam dinding koper bagasi tersebut. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada penyidik Polresta Bandara Soekarno Hatta untuk pengembangan lebih lanjut.

Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Metamphetamine merupakan kategori Narkotika Golongan I. Menurut pasal 113 ayat (1) dan (2) UU tersebut, penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia merupakan pelanggaran pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp10 miliar ditambah 1/3.(wa)