Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Soekarno Hatta Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu dan Happy Five

Jakarta, 24/03/2014 MoF (Fiscal) News - Selama akhir Februari 2014, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta berhasil melakukan dua kali penggagalan upaya penyelundupan narkotika dan psikotropika ke wilayah Indonesia.


Penggagalan upaya penyelundupan yang pertama adalah pada Selasa (25/2) di Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tim Customs Tactical Unit (CTU) KPPBC Soekarno Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.540 gram bruto Methamphetamine  (sabu-sabu) yang dibawa oleh seorang laki-laki Warga Negara Thailand berinisial NS (33), eks penumpang pesawat Garuda Indonesia GA-873 rute Hong Kong-Jakarta. Modus yang digunakan oleh pelaku adalah dengan menyembunyikan narkotika tersebut di dalam dinding tas ranselnya.


Selanjutnya, pada Jumat (28/2), CTU KPPBC Soekarno Hatta menggagalkan upaya penyelundupan 20 tablet Nimetazepam (happy five) yang dibawa oleh seorang laki-laki Warga Negara Indonesia berinisial SM (35), eks penumpang pesawat Lion Air  JT-287 rute Kuala Lumpur-Jakarta. Modus yang digunakan oleh pelaku adalah dengan menyembunyikannya di dalam celana dalam yang dipakainya.


Kedua kasus tersebut telah diserahkan kepada Penyidik Polresta Bandara Soekarno Hatta untuk pengembangan lebih lanjut. Seperti diketahui, menurut Undang-Undang (UU) Nomor 35 tentang Narkotika, Metamphetamine merupakan kategori narkotika golongan I. Penyelundupan narkotika golongan I ke Indonesia menurut pasal 113 ayat (1) dan (2) UU tersebut merupakan pelanggaran pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp10 miliar ditambah 1/3.


Sementara itu, sesuai UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, Nimetazepam (happy five) merupakan kategori psikotropika golongan IV. Barangsiapa mengimpor tanpa surat pesetujuan impor untuk setiap kali melakukan kegiatan impor psikotropika, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp300 juta rupiah.(wa/djbc)