Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Sosialisasikan Pusat Logistik Berikat di Sulawesi

Jakarta, 02/05/2016 Kemenkeu - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan terus menyosialisasikan Pusat Logistik Berikat (PLB) kepada instansi terkait serta pelaku usaha atau asosiasi industri dan logistik di berbagai daerah di Indonesia. Di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, sosialisasi diselenggarakan di Kota Manado pada Rabu (27/04), dilanjutkan dengan Kota Makassar pada Kamis (28/4).

Kedua acara tersebut menghadirkan narasumber Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC Robi Toni. Pada acara yang bertajuk ‘Mengejar Mimpi Menjadi Hub Logistik Asia Pasifik’ ini, ia menjelaskan bahwa PLB merupakan salah satu terobosan baru yang ditawarkan oleh DJBC dalam rangka menurunkan biaya logistik di Indonesia, sehingga produk-produk Indonesia bisa bersaing dengan produk negara lain.

Selain itu, PLB juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan industri secara tepat sasaran; memberikan akses pemenuhan bahan baku impor dan akses impor pada industri, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM); menjadikan Indonesia sebagai pusat distribusi logistik nasional/internasional; serta mendukung distribusi logistik yang murah dan efisien. Keberadaan PLB juga diyakini dapat mendukung pertumbuhan industri dalam negeri dan menarik investasi.

“Kami juga mengharapkan produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh industry, khususnya di Sulawesi mampu bersaing di dunia internasional. Untuk itu, pemerintah melalui Bea Cukai memberikan dukungan dengan fasilitas PLB,” ungkapnya saat sosialisasi PLB di Makassar sebagaimana dikutip dari laman DJBC pada Kamis (28/4).

Sosialisasi dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama percepatan sistem logistik di Sulawesi Selatan (Sulsel) antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulsel, Kantor Wilayah DJBC Provinsi Sulsel, Kesyahbandaran Pelindo IV, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulsel, dan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi dalam sambutannya pada sosialisasi PLB di Manado menjelaskan bahwa pelabuhan Bitung telah ditetapkan sebagai salah satu international hub seaport. Keberhasilan logistik dan supply chain, menurutnya, memerlukan dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai, serta adanya fasilitas PLB yang mendorong turunnya biaya logistik.

Sebagai informasi, DJBC akan terus menyosialisasikan PLB secara berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia, agar pelaku usaha atau asosiasi industri dan logistik serta instansi yang berkepentingan dapat memahami PLB dan peluang serta aturan pelaksanaannya. Bea Cukai juga akan terus melakukan bimbingan dan asistensi kepada perusahaan-perusahaan yang berminat menjadi PLB.

Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 10 Maret 2016 di Jakarta, saat ini tercatat ada 11 perusahaan yang telah memperoleh fasilitas PLB dari DJBC dengan lokasi tersebar di berbagai daerah dan menimbun jenis barang yang beragam. Menyusul, akan diresmikan kembali 16 perusahaan penerima fasilitas PLB.(nv)