Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Bijih Tembaga Senilai Lebih dari Rp4 Miliar

Jakarta, 30/08/2013 MoF (Fiscal) News - Kantor Pengawasan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Tipe A Tanjung Priok berhasil menggagalkan penyelundupan 9 kontainer bijih tembaga dan 4 kontainer residu pembuatan besi/baja yang rencananya akan diekspor ke Singapura dan China. Petugas memperkirakan, estimasi nilai barang tersebut mencapai lebih dari Rp4 miliar.

Penggagalan penyelundupan bijih tembaga dan residu tersebut berhasil dilakukan setelah pegawai KPU Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok mencurigai dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang tidak sesuai dengan jenis barang sebenarnya. Dalam dokumen, eksportir melaporkan barang yang dibawa berupa mineral (pigment) sebanyak 13 kontainer dengan ukuran 20 feet, dengan nama perusahaan PT IBMS dan PT AF yang juga bukan perusahaan sebenarnya.

Namun, berkat ketelitian unit intelijen KPUBC Tipe A Tanjung Priok, diketahui kontainer yang mengangkut barang atas PEB tersebut terindikasi melakukan pelanggaran kepabeanan atau melakukan pemberitahuan yang tidak sesuai. Berdasarkan nota hasil intelijen, petugas melakukan sejumlah pemeriksaan, antara lain pemeriksaan fisik, pengambilan contoh, dan pengujian laboratorium.

PT. AF, pengekspor 9 kontainer yang dalam pemberitahuannya menyebutkan membawa cairan berwarna (pigment) dengan tujuan negara China, diketahui membawa bijih tembaga dengan kandungan sebanyak 225.000 kilo gram (kg). Sementara, PT. IBMS dengan 4 kontainer dengan tujuan Singapura yang dalam dokumennya juga tertera membawa cairan berwarna (pigment), diketahui membawa residu dari pembuatan besi atau baja dengan kandungan utama seng lebih dari 100.000 kg. Petugas memperkirakan, estimasi nilai barang yang akan diselundupkan tersebut mencapai Rp4.788.550.250,00 dengan potensi kerugian negara lebih dari Rp950.000.000,00.

Upaya penyelundupan ini merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2006.(wa)