Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Beberapa Kebijakan Menkeu Agar APBN Tetap Sehat

Jakarta, 21/09/2016 Kemenkeu - Pemerintah pusat akan melakukan segala upaya agar tetap dapat menjaga momentum ekonomi, di masa penurunan pertumbuhan secara global. Pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan serta pengurangan kesenjangan adalah beberapa prioritas pemerintah yang tercermin dalam nawacita.

“Kita usahakan walau APBN sedang sulit ini tidak akan mengganggu prioritas pemerintah tersebut,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Tahun 2016 di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (20/09).

Beberapa kebijakan diambil oleh Menkeu sebagai pengelola keuangan negara agar APBN tetap berjalan secara sehat, antara lain pelebaran defisit, pengelolaan anggaran yang lebih selektif, serta rasionalisasi dana transfer ke daerah. “Nanti bisa dilakukan pelebaran defisit sehingga tidak terjadi pengereman mendadak,” jelas Menkeu.

Menkeu telah menyampaikan kepada para pimpinan Kementerian/Lembaga (K/L) untuk dapat memotong anggaran untuk kegiatan non-prioritas. “Bagi aktifitas yang dianggap bukan aktifitas prioritas, kami meminta K/L lakukan seleksi sendiri pos yang bisa dihemat agar APBN bisa dikelola secara berkelanjutan,” tambahnya.

Selain itu, Kemenkeu juga tengah melakukan rasionalisasi Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Khusus. “Kami juga melakukan rasionalisassi DBH, karena penerimaan kita menurun jadi yang dibagi hasil menurut. Termasuk DAK. Kita mendunda juga beberapa DAU,” jelas Menkeu. (as)