Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Beda dengan Listrik, Kenaikan BBM Subsidi Dilakukan Secara Langsung

Jakarta, 10/05/2013 MoF (Fiscal) News – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan bahwa, keputusan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara bertahap sudah terlambat dilakukan. Menurutnya, keputusan yang tepat untuk kebijakan BBM bersubsidi saat ini adalah harga dinaikkan secara langsung. “Sudah terlambat. Kalau mau naikkan secara bertahap dari awal tahun,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa jika saat ini dilakukan kenaikan harga secara bertahap hingga akhir tahun 2013 dampak terhadap kesehatan fiskal tidak signifikan. “Kalau bertahap itu lebih terasa kalau dalam setahun itu tahapannya selesai, kalau pertengahan tahun terlalu kecil dampaknya untuk defisit,” ungkapnya lagi.

Opsi untuk menaikkan secara bertahap sempat menjadi wacana pembahasan. Opsi kenaikan harga secara bertahap tersebut rencananya akan dilaksanakan seperti yang dilakukan pada kenaikan harga listrik. Namun, karena ada ancaman ekspektasi inflasi yang tinggi, maka opsi ini ditinggalkan.

"Karena menaikkan secara bertahap itu apalagi kalau sudah diketahui oleh pelaku itu sudah ada ekspektasi inflasi. Jadi ada yang bilang kalau naik Rp500 dampaknya ke masyarakat pasti lebih soft. Tapi kalau listrik itu kan nggak bikin ekspektasi inflasi, tapi kalau BBM inflasi-nya kan lebih langsung dari pada kenaikan listrik," papar Bambang. (iin)