Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang digelar di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Senin (17/09)

Berbagai Negara Berebut Menjadi Tuan Rumah Annual Meetings 2018

Jakarta, 17/09/18 Kemenkeu – Annual Meetings International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG) akan berlangsung dalam 20 hari lagi, tepatnya pada 8-14 Oktober nanti. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan proses bagaimana Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Annual Meeting 2018 pada acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang digelar di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Senin (17/09).

“Ajang Annual Meetings ini menjadi rebutan. Banyak negara yang berminat menjadi tuan rumah Annual Meetings karena keuntungan yang akan didapatnya. Kita tahun 2015 yang lalu bersaing dengan Mesir dan Senegal, dan kita menang,” ucap Menko Maritim di depan berbagai awak media yang hadir.

Untuk tahun 2021 nanti, Maroko sudah terpilih menjadi tuan rumah setelah menyingkirkan sejumlah negara lainnya. Untuk diketahui, Annual Meetings IMF-WBG digelar setiap tahun di Washington DC. Namun setiap tiga tahun sekali, pertemuan tahunan ini digelar di negara anggota dan dilakukan melalui proses seleksi dan pemilihan (biding).

Menko Maritim juga menyampaikan berbagai potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari acara yang akan dihadiri lebih dari 15 ribu partisipan dari 189 negara ini. Satu yang paling menonjol adalah potensi pariwisata. Sektor ini menjadi sektor yang paling strategis, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Dalam jangka pendek, mereka yang datang itu orang-orang berduit, bukan backpacker. Sekian ribu peserta yang datang, ini menjadi menjadi potensi pemasukan dari sisi wisata kita. Oleh karena itulah sejak jauh-jauh hari kita perbaiki berbagai infrastruktur destinasi wisata di berbagai daerah,” jelasnya.

Banyuwangi, beberapa lokasi wisata di Bali, serta Labuan Bajo, menjadi tiga tujuan wisata yang mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Menurutnya, tiga destinasi tersebut potensial dikunjungi oleh para peserta Annual Meetings karena posisinya yang tidak jauh dari Bali.

Sementara di Bali sendiri, beberapa perbaikan infrastruktur juga dilakukan, antara lain penambahan runway di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pendalaman dermaga Teluk Benoa, pembuatan underpass di simpang Tugu Ngurah Rai, serta revitalisasi patung Garuda Wisnu Kencana yang lebih dari seperempat abad tertunda.

Sementara itu, beberapa daerah lain, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan Raja Ampat di Papua Barat, juga disiapkan untuk menjadi salah satu alternatif tujuan wisata para peserta Annual Meetings. (rsa/rsa)