Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Berembuk Bersama di Seminar Reformasi Fiskal

Jakarta, 10/12/2015 Kemenkeu - Kementerian Keuangan bersama BAPPENAS, Bank Indonesia, Australian Aid, Asian Development Bank, dan World Bank menyelenggarakan International Forum Economic Development and Public Policy, di Grand Hyatt, Bali, Kamis-Jumat (10-11/12). Acara yang mengusung tema "Fiscal Reform to Support Strong and Equitable Growth: Striking The Right Balance" ini merupakan kelanjutan dari seminar internasional dalam beberapa tahun terakhir, yang mengusung topik Indonesia Avoiding Middle Income Trap (2013) serta Growth Strategies for Rising Indonesia (2014).


Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi publik atas kebijakan yang diambil pemerintah. "Pemerintah tengah mengusung kebijakan yang mengarah kepada kegiatan yang lebih produktif dan kompetitif sehingga dapat membuka pasar (investasi) baru serta menghindari middle income trap di masa mendatang," ujarnya. Ia berharap, melalui seminar ini dapat memberikan pilihan strategi dan agenda kebijakan yang berguna di masa datang.


Secara umum, acara yang juga dihadiri para pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku usaha ini memiliki sejumlah fokus utama. Pertama, reformasi pendapatan negara. Kedua, prioritas pembiayaan yang produktif serta ketiga, kebijakan pembiayaan.


Acara ini terdiri dari empati sesi dimana sesi pertama mengusung tema “Delivering Growth, Stability, and Equity - The Big Picture” mengenai pentingnya kebijakan publik sebagai langkah menghadapi kondisi ekonomi global yang fluktuatif demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sesi kedua mengusung tema “Paying The Bills” yang membahas sejauh mana upaya Indonesia dalam membuat kebijakan, dan tindakan administratif untuk meningkatkan pendapatan pajak serta pemberian insentif pajak untuk pelaku usaha.


Sesi ketiga bertema “Delivering on Priorities” yang berupaya menjelaskan prioritas pembangunan Indonesia yang fokus pada infrastruktur, perlindungan sosial, dan transfer ke daerah. Sesi terakhir mengusung tema “Financing Constraint” yang menjelaskan tentang posisi pembiayaan Indonesia, dan perkembangan tentang pembiayaan syariah serta kondisi pasar keuangan saat ini. (as)