Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Besarnya Inflasi Juli Tergantung Kebijakan Pemerintah

Jakarta, 17/07/2013 MoF (Fiscal) News - Besarnya laju inflasi pada bulan Juli ini akan tergantung dari kebijakan pemerintah dalam memastikan suplai dan distribusi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengisi komoditas pangan yang memadai di pasar. Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Rabu (17/7).

Menurutnya, berdasarkan pemantauan harga komoditas pangan mengalami peningkatan cukup tinggi dibandingkan bulan lalu, misalnya daging sapi mengalami peningkatan hingga 70 persen dan daging ayam sebesar 20 persen. Pemerintah memutuskan untuk melakukan impor kepada produk-produk yang kurang suplainya seperti bawang merah dan cabai yang diimpor dari Cina, Vietnam, dan Kamboja.

“Kalau antisipasinya cukup saya kira inflasi bisa terjaga meski tetap tinggi tapi pemerintah sudah aware dengan harga yang masih naik dengan memenuhi kekurangan pasokan dari berbagai sumber termasuk impor. Kementerian Perdagangan akan memberikan kesempatan pada importir-importir lain supaya kebutuhan tercukupi dan harga lebih rendah,” tandasnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa memungkiri laju inflasi bulan Juli akan tinggi bahkan tertingi sepanjang tahun karena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jauh lebih besar dari bulan lalu, dan sentimen lainnya baik bulan puasa maupun tahun ajaran baru. “Berapa besar total inflasi bulan Juli tergantung upaya pemerintah untuk menekan gejolak harga,” jelasnya.

Di sisi lain, Sasmito mengatakan, langkah Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan BI (BI rate) menjadi 6,5 persen dinilai mampu mengendalikan core inflation dari dampak kenaikan harga BBM bersubsidi dan peningkatan tarif sewa rumah. “Kenaikan BI rate tepat supaya menjaga core inflasinya dan tidak melebar terlal besar,” pungkasnya. (ans)