Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI: Dampak Brexit Bagi Perekonomian Domestik Terbatas

Jakarta, 27/06/2016 Kemenkeu - Ketahanan ekonomi Indonesia diyakini mampu menjaga perekonomian domestik dari dampak hasil referendum di Inggris. Menurut Bank Indonesia (BI), keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) berdampak relatif terbatas pada perekonomian domestik, baik di pasar keuangan maupun kegiatan perdagangan dan investasi.

Di tengah terjadinya pelemahan di pasar uang Eropa dan Asia, nilai tukar rupiah di pasar keuangan domestik relatif stabil. Pasar saham Indonesia juga mengalami koreksi relatif terbatas, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara peers seperti India, Thailand dan Korea Selatan. Selain di pasar keuangan, dalam jangka menengah, dampak Brexit melalui jalur perdagangan juga diyakini relatif terbatas.

“Pangsa ekspor Indonesia ke Inggris hanya sekitar 1,0 persen dari total ekspor Indonesia. Meskipun demikian, dampak lanjutan dari terganggunya hubungan perdagangan UK-Eropa perlu dicermati, mengingat pangsa ekspor Indonesia ke Eropa (di luar Inggris) mencapai 11,4 persen pada tahun 2015,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resminya pada Minggu (26/06).

Lebih lanjut ia menerangkan, dampak Brexit pada kinerja investasi di Indonesia juga diprediksi terbatas. Dalam lima tahun terakhir, pangsa penanaman modal asing langsung dari Inggris terhadap total penanaman modal asing di Indonesia tercatat di bawah 10 persen.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati potensi risiko yang muncul dari hasil referendum di Inggris,”katanya. Selain itu, BI juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memonitor perkembangan perekonomian global, serta tetap mendukung langkah-langkah pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui penguatan stimulus pertumbuhan dan percepatan implementasi reformasi struktural.(nv)