Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI Dukung Kenaikan Tarif PPh Impor


Jakarta, 21/11/2013 MoF (Fiscal) News - Rencana Pemerintah untuk menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 yang dikenakan terhadap sejumlah impor barang konsumsi dari semula 2,5 persen menjadi 7,5 persen didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI). Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Agus Martowardojo pada Rabu (20/11) di Jakarta. "Kalau ini sudah diimplementasikan tentu baik," katanya.

Kenaikan tarif PPh tersebut, menurutnya, mampu memberi kontribusi terhadap tambahan pajak atau bea masuk impor, yang pada gilirannya dapat menciptakan perekonomian nasional yang sehat. "Langkah ini baik untuk memberikan tambahan pajak atau bea masuk impor agar tercipta kondisi ekonomi yang lebih sehat," imbuhnya.

Menurut Gubernur BI, selain memperkuat berbagai paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan pada Agustus 2013, rencana penaikan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 merupakan upaya nyata pemerintah dalam pengendalian impor, defisit neraca perdagangan serta defisit neraca transaksi berjalan. “Kebijakan (penaikan tarif PPh) tersebut sejalan dengan paket kebijakan di Bulan Agustus,” jelasnya.(ak)