Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI: Inflasi November Menurun, Neraca Perdagangan RI Membaik



Jakarta, 03/12/2013 MoF (Fiscal) News - Inflasi November 2013 masih berada dalam tren menurun dan lebih rendah jika dibandingkan dengan pola historisnya dalam lima tahun terakhir. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Difi A. Johansyah, Senin (2/12).

Seperti diketahui, inflasi November 2013 tercatat 0,12 persen (mtm) atau 8,37 persen (yoy). "Meskipun sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Oktober 2013 sebesar 0,09 persen, inflasi November 2013 lebih rendah dibandingkan dengan pola historisnya dalam lima tahun terakhir," kata Difi dalam keterangan resminya.

Ia juga menjelaskan, neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2013 membaik sesuai perkiraan BI. "Pada Oktober 2013, neraca perdagangan kembali surplus sebesar 0,05 miliar dolar AS, setelah sebelumnya pada September 2013 mencatat defisit 0,81 miliar dolar AS," jelasnya.

Perbaikan neraca perdagangan tersebut, jelasnya, dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat menjadi 0,79 miliar dolar AS. Hal tersebut terutama ditopang oleh perbaikan ekspor nonmigas yang secara tahunan tumbuh positif 2,5  (yoy) persen akibat meningkatnya volume ekspor produk primer seperti CPO (minyak sawit mentah) dan karet mentah; serta produk manufaktur, antara lain tekstil dan produk tekstil serta peralatan listrik.

Selain itu, impor nonmigas juga terkontraksi 8,8 persen (yoy), khususnya pada kelompok bahan baku dan barang modal, sejalan dengan pengaruh tren perlambatan permintaan domestik. Pada sisi lain, defisit neraca perdagangan migas pada Oktober 2013 menyempit menjadi 0,74 miliar dolar AS, dari defisit sebesar 1,31 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Penurunan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh adanya kontraksi pada impor migas sebesar 9,4 persen (yoy) dan meningkatnya ekspor migas sebesar 3,0 persen. (yoy). "Sejalan perkembangan ini, BI memandang prospek defisit transaksi berjalan ke depan akan terus membaik," ungkapnya.(ak)