Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI: Kondisi Pasar Baik, Tak Perlu Panik Pergerakan Rupiah

Jakarta, 30/07/2013 MoF (Fiscal) News - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam mencermati depresiasi nilai tukar rupiah akhir-akhir ini. Pernyataan tersebut ia sampaikan menyusul pergerakan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh kisaran level Rp10.000 per dolar AS.  

Ia menilai, depresiasi nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini tidak setinggi yang  terjadi pada tahun 2008 lalu. “Kita tidak perlu panik. Jika kita lihat tahun 2001, 2005, 2008 pernah terjadi dimana nilai tukar rupiah bisa sampai Rp12.000 per dolar (AS)," katanya.  

Pihaknya optimistis, kondisi pasar saat ini sedang bergairah dan menunjukkan aktivitas tinggi. "Saat ini investor justru sudah ada tren masuk. Kita sudah lihat perkembangan beberapa hari ini ada investor yang masuk (ke Indonesia)," ungkapnya. 

Menurutnya, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini menunjukan bahwa nilai tukar sedang menuju keseimbangan baru. "Sekarang nilai tukar di atas Rp10.000 per dolar AS. Kalau kami lihat pergerakannya sedang menuju keseimbangan baru, dan ada konvergensi dengan fundamental ekonomi,” jelasnya. Ia menambahkan, saat ini para investor tengah mengikuti perkembangan kondisi makro ekonomi Indonesia dari berbagai factor, seperti inflasi, neraca pembayaran, neraca perdagangan, defisit neraca anggaran pemerintah, dan tentunya nilai tukar.(ak)