Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
ilustrasi

BI Optimistis Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Semester II-2017

Jakarta, 24/10/2017 Kemenkeu - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo optimistis pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan dibandingkan semester I-2017 yang sebesar 5,01%. Proyeksi BI, ekonomi mampu tumbuh 5,1-5,2% pada semester II.

"Fundamental ekonomi kita dalam kondisi baik. Kita lihat yang utama pertumbuhan ekonomi semester I ada di 5,01%. Ini berturut-turut, di kuartal III dan IV diperkirakan akan terjadi perbaikan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ada di 5,1-5,2%," ungkap Agus di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Senin (23/10).

Faktor pendorong ekonomi yaitu ekspansi fiskal dan pelonggaran kebijakan moneter. Konsumsi pada kuartal III diperkirakan tumbuh ditopang oleh penyaluran gaji ke-13 PNS dan penyaluran bantuan sosial serta realisasi belanja barang pemerintah yang tinggi. 

Perbaikan investasi diperkirakan terus berlanjut didukung investasi bangunan yang tumbuh cukup tinggi dan investasi nonbangunan yang membaik sebagaimana tercermin antara lain pada meningkatnya penjualan alat-alat berat untuk sektor pertambangan dan perkebunan serta meningkatnya impor mesin-mesin dan perlengkapan untuk keperluan industri pengolahan. 

"Kita juga melihat investasi bukan hanya investasi bangunan yg membaik, tetapi investasi nonbangunan. Investasi nonbangunan khusunya pembelian barang modal untuk mendukung sektor perkebunan dan pertambangan," terangnya.

Sejalan dengan perbaikan ekonomi global, ekspor diperkirakan membaik terutama pada produk tambang dan perkebunan. Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) serta sektor industri pengolahan. 

"Secara umum, kita dalam rapat kemarin itu melihat retail sudah ada perbaikan. Dalam arti, sudah ada peningkatan penjualan di kisaran rata-rata 5%. Kita juga melihat secara umum penjualan misalnya di Industri otomotif dan sepeda motor sudah ada perbaikan tinggi dan kita juga lihat beberapa industri perdagangan, perhotelan, restoran itu semua menunjukan kondisi penjualan yg lebih baik," jelasnya. (mj/nr)