Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI Rate Diprediksi Ditahan di Level 7,5 Persen



Jakarta, 12/12/2013 MoF (Fiscal) News - Kalangan pengamat mengharapkan Bank Indonesia (BI) tidak lagi menaikkan suku bunga acuannya (BI rate) pada Bulan Desember 2013. Hal ini dikarenakan, data-data ekonomi di Indonesia sudah cukup terkendali dan kembali pada pola normalnya.

"BI rate kita perkirakan akan bertahan di level 7,5 persen karena inflasi sudah kembali pada pola normalnya, sehingga tidak ada faktor yang signifikan untuk kembali menggunakan instrumen BI rate lagi," demikian disampaikan Kepala Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman di Jakarta, Rabu (11/12).

Selain sudah terkendalinya inflasi, lanjutnya, nilai tukar rupiah juga masih tetap terjaga pergerakannya di level Rp11.000 hingga Rp12.000 per dolar AS. Terlebih, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup lambat, penaikan kembali BI rate dinilai akan menjadi kontraproduktif dan mengakibatkan menurunnya konsumsi. "Kenaikan BI rate akan berimplikasi negatif ke sektor perbankan kita, karena diikuti kenaikan suku bunga deposito dan suku bunga pinjaman yang akan membuat likuiditas makin ketat dan berpotensi meningkatkan NPL (non performing loan)," urainya.

Senada dengan Juniman, Kepala Ekonom Dana Reksa Reserch Institute Purbaya Yudhi Sadewa menilai, meski bank sentral sangat agresif dalam menaikkan suku bunga, tetapi untuk Bulan Desember ini ia berharap BI rate dapat ditahan di level 7,5 persen. Menurutnya, dengan menaikkan kembali BI rate justru akan memperlambat ekonomi Indonesia, padahal potensi ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih cepat masih terbuka lebar. "Kalau mereka (BI) memperhatikan masukan itu, rasanya sih bunganya tidak dinaikkan lagi. Apalagi bunga yang sekarang menurut saya sudah cukup tinggi," pungkasnya.(ans)