Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI Rate Diprediksi Kembali Ditahan di Level 7,5 Persen




Jakarta, 09/01/2013 MoF (Fiscal) News – Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menahan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang akan dirilis pada hari ini, Kamis (9/1) pada level 7,5 persen. Hal ini dikarenakan, tidak ada alasan kuat bagi BI untuk kembali menaikkan BI rate, terlebih fondasi ekonomi Indonesia sudah lebih kuat. Demikian disampaikan Direktur Reserch Dana Reksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (8/1).
 
Menurutnya, BI rate ditahan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan, mengingat kebijakan yang dikeluarkan untuk menekan defisit transaksi berjalan dan dampaknya telah mengakibatkan tergerusnya pertumbuhan ekonomi. “Saat ini kondisi ekonomi kita sedang bagus. Dari eksternalnya juga mulai mengalami perbaikan, maka ini momentum untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kita,” terangnya.
 
Meskipun perekonomian Indonesia saat ini sudah mengalami perbaikan, hal tersebut tidak serta merta membuat bank sentral mengambil tindakan untuk menurunkan suku bunga acuannya. Menurutnya, jika BI menurunkan BI rate saat ini, hal tersebut tidak akan terlalu terlihat dampaknya, mengingat kebijakan moneter baru akan terlihat dampaknya pada perekonomian dalam jangka waktu 6-12 bulan kemudian. “Kalau diubah-ubah sekarang, yang ini (BI rate) belum masuk ke impact ekonomi, buat apa diubah lagi. Jadi kita juga harus kasih ruang agar bank sentral tidak menurunkan suku bunga dengan cepat,” urainya.
 
Jika BI ingin memperlonggar kebijakannya ke depan, menurutnya, BI dapat mengambil langkah untuk memangkas BI rate sebesar 25 basis points (bps) dan melihat reaksi dari pasar. Jika pasar memberikan respons positif, BI dapat kembali melakukan pemangkasan suku bunga acuannya hingga menyentuh 6,5 persen. “Jadi kalau kita forward looking ke inflasi yang 5 persen di tahun ini, mungkin lebih save kalau BI rate-nya di level 6,5 persen,” pungkasnya.(ans)