Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI Rate Ditahan di Level 5,75 Persen

Jakarta, 14/05/2013 MoF (Fiscal) News - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14 Mei 2013 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pada level 5,75 persen. Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Budianto mengatakan,tingkat BI Rate tersebut dinilai masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2013 dan 2014 yang sebesar 4,5 persen ± 1 persen. 

"Meskipun Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulan April 2013 mengalami deflasi, Bank Indonesia tetap mewaspadai tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan ekspektasi inflasi terkait dengan rencana kebijakan BBM (bahan bakar minyak) yang akan ditempuh pemerintah," kata Budianto. Koordinasi bersama pemerintah, lanjutnya, terus diperkuat dengan fokus pada upaya meminimalkan potensi tekanan inflasi dan mengelola defisit transaksi berjalan. Sehubungan dengan itu, BI akan melanjutkan penguatan operasi moneter melalui penyerapan likuiditas yang lebih besar ke tenor yang lebih jangka panjang.  

Penguatan operasi moneter tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan tingkat fundamentalnya. Kebijakan ini didukung dengan langkah-langkah lanjutan untuk pendalaman pasar keuangan, khususnya pasar valuta asing, antara lain dengan mempublikasikan kurs referensi spot Rupiah/Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar domestik dalam waktu dekat. Ke depan, BI akan mewaspadai sejumlah risiko terhadap tekanan inflasi maupun nilai tukar, dan akan menyesuaikan respons kebijakan moneter bila diperlukan.  

Seperti diketahui, IHK pada Bulan April 2013 mengalami deflasi seiring dengan membaiknya pasokan dan upaya pemerintah dalam memperbaiki kebijakan terkait impor hortikultura. IHK April 2013 tercatat -0,10 persen (mtm) atau 5,57 persen (yoy) didorong oleh deflasi volatile foods seiring dengan panen yang terjadi di berbagai daerah dan perbaikan kebijakan impor, khususnya bawang putih. Di sisi lain, inflasi inti menunjukkan perlambatan, yakni sebesar 4,12 persen (yoy), searah dengan menurunnya harga komoditas global dan terjaganya permintaan secara umum, meskipun ekspektasi inflasi terindikasi mulai meningkat terkait dengan ketidakpastian kebijakan subsidi BBM. Ke depan, langkah-langkah koordinasi dengan pemerintah perlu terus diperkuat, khususnya dalam meningkatkan produksi domestik dan memperbaiki upaya-upaya terkait impor hortikultura.(ak)