Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI Terus Perkuat Koordinasi Dengan Pemerintah dan FKSSK

Jakarta, 30/08/2013 MoF (Fiscal) News - Bank Indonesia (BI) akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Kerja sama ini khususnya dalam pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar keuangan, penurunan defisit transaksi berjalan dan kesehatan neraca pembayaran, serta penguatan manajemen risiko dan ketahanan sektor keuangan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A. Johansyah mengantakan, naiknya BI rate, suku bunga lending facility, dan suku bunga deposit facility merupakan satu dari empat kebijakan yang diputuskan setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada Kamis (29/8). "BI dari waktu ke waktu akan mengevaluasi perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap kinerja perekonomian nasional, serta siap menempuh langkah-langkah lanjutan untuk penguatan seluruh instrumen dalam bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang diperlukan," jelasnya.

Dalam paket kebijakan lanjutan tersebut, BI juga akan memperpendek jangka waktu month-holding-period kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia dari 6 bulan menjadi 1 bulan. Selain itu, BI juga akan memperhitungkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) sebagai komponen Giro Wajib Minimum (GWM) sekunder. Kebijakan tersebut juga diikuti dengan memperkuat kerja sama dengan memperpanjang Bilateral Swap Arrangement (BSA) antara BI dan Bank of Japan (BoJ).

BI memandang, berbagai langkah kebijakan tersebut disadari akan berdampak pada penurunan kinerja perekonomian dalam jangka pendek, namun diyakini dapat memperkuat kesinambungan perekonomian nasional dalam jangka menengah-panjang. (ak)