Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BI Waspadai Gejolak Regional dan Global

Jakarta, 26/05/2014 MoF (Fiscal) News - Bank Indonesia (BI) terus mewaspadai perkembangan di kawasan regional maupun global yang dapat melemahkan nilai tukar rupiah. Demikian disampaikan Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (23/5). Menurutnya, perkembangan semua negara berkembang dapat saling mempengaruhi satu sama lainnya. Salah satunya yang saat ini diwaspadai adalah krisis geo-politik di Thailand.


"Kalau perkembangan di Thailand kita perlu mengikuti dan mewaspadai," jelasnya. Meski, situasi di Thailand relatif akan mempengaruhi volatilitas rupiah, namun pihaknya menilai langkah militer Thailand menerapkan keadaan darurat belum secara langsung mempengaruhi pelemahan nillai tukar.


"Secara umum karena banyak mitra dagang kita, tentu kita perhitungkan dampak sisi perdagangan, kepercayaan pasar. Secara umum belum bisa dikatakan ada pengaruh langsung," ungkapnya.


Selain situasi Thailand, sambung dia, BI juga mewaspadai kondisi di Amerika Serikat terkait dengan kebijakan The Fed tentang normalisasi sistem moneter dan risiko bunga yang meningkat. "Tapi kita juga awasi Tiongkok dan India. Kalau Tiongkok pertumbuhan ekonominya memang menurun setelah 20 tahun tumbuh rata-rata 10 persen, sekarang 7 persenan," urainya.


Namun, sambung dia, BI juga  fokus mencermati penurunan harga komoditas ekspor unggulan. "Kami perhatikan juga negara berkembang yang selama ini dana likuiditasnya dari quantitative easing. Seandainya terjadi perbaikan ekonomi di negara maju, maka dana itu bisa yang akhirnya mempengaruhi negara-negara berkembang," pungkasnya. (Ans)