Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Biaya Penyimpanan Terlalu Murah Salah Satu Akar Masalah Dwelling Time

Jakarta, 09/07/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengungkapkan bahwa biaya penyimpanan barang di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini terlalu murah. Hal ini mengakibatkan banyak importir yang menyimpan barang lebih lama dari kewajaran. Pernyataan tersebut ia ungkapkan saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Senin (8/7).

Ia mengungkapkan, biaya penyimpanan kontainer di salah satu tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp22.500 per hari. “Bayangkan bayar parkir sekarang Rp4.000 per jam, dikali 24 jam sehari. Masa biaya kontainer di sini lebih murah? Akibatnya di sini jadi gudang. Kalau jadi gudang, dia menumpuk, maka movement akan susah,” jelasnya. 

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Mahendra Siregar mengakui bahwa tidak ada ketentuan yang mengatur mengenai masa maksimal penyimpanan barang di pelabuhan. “Aneh tapi nyata, ya memang tidak ada,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai (BC) Tanjung Priok Bahaduri Wijayanta mengatakan bahwa saat ini terdapat 2.000 hingga 3.000 box kontainer yang disimpan selama empat hingga 30 hari. Lamanya barang disimpan di pelabuhan Tanjung Priok inilah yang membuat kapasitas penyimpanan berkurang.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dalam pertemuan lintas pemangku kepentingan telah dilakukan pembahasan mengenai usulan penyelesaian penumpukan barang ini. Salah satunya dengan memindahkan barang yang tidak segera dikeluarkan importir setelah Surat Persetujuan Pengeluaran Barang terbit. “Kalau tidak segera dikeluarkan importir, maka rencananya JICT (Jakarta International Container Terminal) akan mengeluarkan dan menimbun di suatu tempat,” jelasnya.(iin)