Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bila Tak Direm, Subsidi BBM Bisa Melonjak Rp100 Triliun

Jakarta, 25/04/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah terus berusaha mengantisipasi kemungkinan naiknya defisit APBN 2013 melebihi batas yang ditetapkan oleh undang-undang sebesar 3 persen. Dengan konsumsi BBM yang terus meningkat, negara dapat menanggung beban subsidi BBM yang sangat besar. Hal ini dilatari dari kemungkinan meningkatnya volume konsumsi BBM dari target dalam APBN 2013 sebesar 46 juta Kilo Liter (KL) menjadi 52-53 juta KL.

 
“Ini luar biasa. Deifisitnya akan melampaui defisit yang diperkenankan oleh undang-undang, yaitu defisit pusat dan daerah maksimal 3 persen,” kata Wakil Menteri Keuangan I Anny Ratnawati dalam seminar nasional mengenai Subsidi BBM di Hotel Mandarin, Jakarta pada Kamis (25/4). Bila volume ini melebihi angka pada APBN 2013 sebesar Rp193 triliun, maka nilai subsidi yang harus dibayarkan oleh negara melonjak ke angka Rp293 triliun.
 
Hal ini melihat pada kenyataan angka pertumbuhan kendaraan bermotor di tahun lalu. “Tahun lalu pertumbuhan mobil, Sembilan ratus ribu unit. Kenyataan 1,2 juta. Tahun ini diprediksi 1,2 juta, produsen mengatakan bisa 1,4 juta unit mobil. Belum motor,” pungkasnya. (fin)