Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Biodiesel, Tantangan dan Peluang Bagi Masa Depan Energi Indonesia

Jakarta, 16/03/2016 Kemenkeu - Pemerintah tengah mempromosikan Wajib Biodiesel (B20) pada 2016 secara bertahap yang akan meningkat menjadi 30% pada 2025. Kebijakan ini menjadi langkah awal dalam mendukung penggunaan energy yang berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan dorongan utama untuk energi campuran, karena sebelumnya Indonesia sangat tergantung pada bahan bakar fosil. Indonesia sebagai produsen CPO terbesar harus dapat melihat hal ini sebagai tantangan dan peluang di masa depan.


Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dilansir dari laman Kemenko Perekonomian pada Rabu (16/03), biodiesel B20 diolah dari CPO dengan pencampuran sebanyak 20%. Praktek ini dapat meningkatkan permintaan tambahan untuk CPO, sehingga di sisi lain, dapat juga mengatrol harga komoditas CPO yang tergerus.


Namun, mengingat beberapa kasus kebakaran hutan di sekitar kebun sawit, pemerintah juga bekerja sama dengan perusahaan serta petani, agar dapat mempromosikan praktek perkebunan yang baik dan berkelanjutan. Praktek Sustainable Palm Oil juga memainkan peran penting untuk mengurangi emisi karbon hingga 29% pada 2030 dan 41% dengan dukungan internasional. Pemerintah berencana untuk fokus pada penanaman kembali CPO di lahan kritis dan daerah produktivitas rendah untuk meningkatkan hasil. (as)