Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bonus Demografi, Peluang Indonesia Percepat Pembangunan Ekonomi

Jakarta, 28/10/2016 Kemenkeu – Bonus demografi menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi, dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, Indonesia akan menikmati era bonus demografi pada tahun 2020-2035. Pada masa tersebut, jumlah penduduk usia produktif diproyeksi berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 297 juta jiwa.

“Rasio usia produktif di atas 64 persen sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. Ini adalah rasio usia produkif terbaik Indonesia yang mulai kita nikmati nanti tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035,” ungkap Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi dalam upacara peringatan hari sumpah pemuda di Palangkaraya, Jumat (28/10).

Namun, ia mengingatkan bahwa jumlah yang besar tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik. “Tugas kita semua untuk menjadikan Bonus Demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, bonus demografi menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara besar lainnya. “Di depan mata kita ada MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan Perdagangan bebas Asia dan dunia. Saatnya Pemuda Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia,” ungkapnya.

Pada saat yang sama, ia juga mengapresiasi pencapaian pemuda Indonesia yang telah berkontribusi menggerakkan roda perekonomian nasional. Data BPS juga menyebutkan, industri kreatif telah menyumbang 7 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Tahun 2015, terdapat 62 start up Indonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun rupiah. 

Sementara itu, menurut data Kementerian Perdagangan, omzet belanja online (e-commerce) Indonesia tahun 2015 telah mencapai lebih dari Rp200 triliun. “Jika tren ini bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan maju pesat,” katanya.(nv)