Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
(Wamenkeu) Mardiasmo memberikan keynote speech pada Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia yang bertema Strategic Positioning Bank Pembangunan Daerah Sebagai Bank of Regional Champion bertempat di Grand Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung pada Jum'at (10/08).

BPD Diharapkan Jadi Mitra Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Daerah

Bandar Lampung, 10/08/2018 Kemenkeu - Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran strategis sebagai mitra Pemerintah sekaligus motor percepatan pembangunan daerah. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo dalam keynote speech pada Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia yang bertema Strategic Positioning Bank Pembangunan Daerah Sebagai Bank of Regional Champion bertempat di Grand Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung pada Jum'at (10/08).

BPD seharusnya dapat memanfaatkan faktor kedekatan dan pemahaman kultural, serta sosiologis kedaerahan dengan nasabahnya untuk menjadikan comparative advantage yang nantinya ditranslasikan menjadi juara di regional.

"Lampung misalnya, mempunyai peranan karakteristik yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Pertanyaannya apakah ada analisa-analisa ahli-ahli ekonomi di masing-masing BPD di daerah itu yang sudah menghitung potensi ekonomi lokal yang dapat menjadi comparative advantage?," tanya Wamenkeu.

Namun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan yang dialami BPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Permasalahan tersebut diantaranya yaitu lemahnya daya saing, keterbatasan modal, lemahnya visi dan inovasi, struktur dan kultur organisasi, komitmen Pemda serta sumber daya.

"Beberapa permasalahan lainnya diantaranya adalah keterbatasan modal, lemahnya visi dan inovasi, struktur dan kultur organisasi, komitmen Pemda serta sumber daya. Itu yang saya harapkan dapat dibenahi untuk meningkatkan daya saing BPD," harap Wamenkeu.

Untuk menghadapi tantangan ke depan, BPD harus segera berbenah, menyiapkan diri menghadapi persaingan yang semakin berat. Sebab, seiring peningkatan pendapatan masyarakat, kemajuan informasi teknologi serta perkembangan demografi, BPD memerlukan inovasi layanan perbankan sesuai dengan kebutuhan terkini masyarakat. (ip/ind/nr)