Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BPS: April 2013, Terjadi Deflasi 0,10 Persen

Jakarta, 01/05/2013 MoF (Fiscal) News - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi deflasi sebesar 0,10 persen pada Bulan April 2013. Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Suryamin pada Rabu (1/5) di Gedung BPS, Jakarta.  

Deflasi terjadi diikuti dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,64. Ia menjabarkan, dari 66 kota IHK, tercatat 38 kota mengalami deflasi dan 28 kota mengalami inflasi. "Deflasi tertinggi terjadi di Maumere, 1,20 persen dengan IHK 155,34 dan terendah terjadi di Tanjung Pinang, 0,01 persen dengan IHK 137,42," jelasnya. Sementara, inflasi tertinggi terjadi di Padang Sidempuan, 0,81 persen dengan IHK 139,62 dan terendah terjadi di Kendari, 0,01 persen dengan IHK 141,43.  

Deflasi terjadi karena masuknya musim panen yang mendorong turunnya harga  beras dan gabah. Selain itu, harga logam mulia (emas) juga turut memberikan kontribusi terjadinya deflasi. Lebih lanjut  BPS mencatat, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks dua kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,80 persen dan kelompok sandang 1,13 persen. 

Sementara itu, inflasi untuk tahun kalender Januari-April 2013 tercatat sebesar 2,32 persen. "Adapun tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2013 sebesar 2,32 persen dan tingkat inflasi year on year (April 2013 terhadap April 2012) sebesar 5,57 persen," ungkapnya. Ia juga mengungkapkan, komponen inti pada April 2013 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, di mana tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–April) 2013 tercatat sebesar 0,93 persen, dan tingkat inflasi komponen inti year on year (April 2013 terhadap April 2012) sebesar 4,12 persen.(ak)