Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BPS Berharap Neraca Perdagangan Desember 2013 Surplus

Jakarta, 03/01/2014 MoF (Fiscal) News - Badan Pusat Statistik (BPS) berharap neraca perdagangan di Bulan Desember 2013 dapat kembali mencatatkan surplus sekitar USD600 juta. Jika hal tersebut terjadi, defisit neraca perdagangan secara keseluruhan di tahun 2013 akan berada di bawah USD5 miliar. Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Kamis (2/1).


Menurutnya, neraca perdagangan selama Januari-November 2013 masih mencatat defisit sebesar USD5,6 miliar. Oleh karena itu, tren surplus dari bulan Oktober dan November diharapkan dapat terus berlanjut hingga Desember, agar dapat mempersempit defisit neraca perdagangan sepanjang tahun 2013.


“Kalau kita bisa surplus sekitar USD600 juta atau lebih maka defisit neraca perdagangan kita sepanjang tahun ini bisa berada di bawah USD5 miliar. Tentunya ini akan memberikan semangat baru bagi perekonomian,” katanya.


Menurutnya, potensi surplus bulan Desember 2013 cukup terbuka lebar karena harga komoditas cenderung mengalami perbaikan seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dan batu bara. Peningkatan harga ini terlihat dari Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Desember yang naik 1,32 persen dari November 2013 sebesar 120,49 menjadi 122,08.

Untuk IHPB impor nonmigas Desember 2013 adalah sebesar 116,13 atau naik 0,67 persen terhadap November 115,35. Sedangkan untuk IHPB ekspor nonmigas Desember adalah sebesar 129,46 atau naik 1,96 persen dari November 126,9.

Ia menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa waktu belakangan ini memberikan dampak positif pada kinerja ekspor. “Mumpung rupiahnya murah, negara lain memiliki kesempatan (beli produk Indonesia) lebih banyak dibanding biasanya, sehingga mendorong ekspor kita naik dengan tajam,” pungkasnya. (ans)