Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BPS: Data Kemiskinan BPS Valid

 

 

Bandung, 14/11/2010 MoF (Fiscal) News - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa angka data kemiskinan yang disampaikan BPS lebih valid dibandingkan data yang disampaikan World Bank. Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Hukum BPS M. Sairi Hasbullah, Sabtu (13/11) di Bandung.

 

Menurut Sairi, setiap data yang dilansir dan disampaikan BPS kepada masyarakat selalu melalui pengumpulan data terlebih dahulu, di mana data-data tersebut sudah dihitung secara makro dan mikro atas dasar kebutuhan primer pada interval waktu tertentu.

 

Hal tersebut berbeda dengan yang dilakukan World Bank, di mana mereka tidak melakukan pengumpulan data kemiskinan secara langsung. “Tidak pernah ada bank dunia mengumpulkan data kemiskinan satupun. BPS yang mengumpulkan data menggunakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), sedangkan data yang dipakai World Bank ya juga menggunakan data BPS dengan menggunakan angka ekuivalen yang berbeda,” ungkapnya.

 

Sairi menjelaskan, saat ini BPS selalu menggunakan data kemiskinan dengan perhitungan-perhitungan yang sesuai dengan interval waktu tertentu seperti survei tahun 2005 di mana pemerintah mencari angka kemiskinan terbaru untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Survei dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dasar masyarakat. “Jadi untuk merefleksikannya yaitu dengan kebutuhan dasarnya, salah satunya yaitu memenuhi kebutuhan dasar 2600 kalori sehari itu untuk menentukan garis kemiskinan di Indonesia,” pungkasnya.(DM)