Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

BPS: Terjadi Inflasi 0,24 Persen Pada Mei 2016

Jakarta, 02/06/2016 Kemenkeu - Badan Pusat Statistik mencatatkan, pada Bulan Mei 2016 terjadi inflasi sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,48. Dari 82 kota IHK, 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi.

Dalam keterangan resmi BPS pada Rabu (1/6) tercatat, inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,67 persen dengan IHK 132,06. Inflasi terendah terjadi di Singaraja dan Palangka Raya, masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 131,16 dan 120,3 7. Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Sorong, sebesar 0,92 persen dengan IHK 122,83 dan terendah terjadi di Maumere, sebesar 0,01 persen dengan IHK 117,15.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 0,30 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,58 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen; kelompok sandang 0,44 persen; kelompok kesehatan 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,21 persen.

Lebih lanjut, tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2016 tercatat sebesar 0,40 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,33 persen. Inflasi komponen inti pada Mei 2016 tercatat sebesar 0,23 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Mei) 2016 sebesar 1,19 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,41 persen.(nv)