Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Buka Peluang Swasta Bangun Infrastruktur, Pemerintah Siapkan Tiga Skema

Jakarta, 10/11/2016 Kemenkeu - Sektor infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu daya saing nasional. Oleh karena itu, pemerintah akan membuka peluang seluas-luasnya bagi swasta untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Hal tersebut mengingat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan biaya infrastruktur selama lima tahun ke depan, yang mencapai Rp5.000 triliun.

"Saya sudah tugaskan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) untuk pembiayaan infrastruktur dari non APBN. Mendorong peran swasta pertama, mendorong dana pensiun dan dana yang lain, sehingga semuanya tidak tergantung pada APBN," ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada pembukaan Indonesia Infrastructure Week 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (09/11).

Di depan ratusan investor yang hadir dalam acara tersebut, Presiden menawarkan tiga skema investasi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di tanah air. Pertama skema sekuritisasi, yaitu menjual aset kepada swasta guna memperoleh suntikan modal kembali untuk membangun infrastruktur yang lain.

Kedua, skema konsesi, yaitu pengelolaan aset infrastruktur umum oleh swasta. Dalam hal ini, pemerintah membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk masuk ke pembangunan infrastruktur umum, seperti bandar udara dan pelabuhan.

"Silakan yang mau masuk, baik yang berupa pelabuhan, berupa airport, silakan, skema seperti ini yang akan terus kita kembangkan. Beberapa pelabuhan sudah dilepas Kementerian Perhubungan untuk ditawarkan, peluang seperti ini yang terus kita tawarkan," jelas Presiden.

Ketiga, pembangunan infrastruktur pendukung. Presiden mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terfokus pada infrastruktur dengan skala besar saja, tetapi juga di skala menengah dan kecil.

"Orang hanya melihat yang besar-besar, padahal menengah dan kecil banyak peluang yang bisa dimasuki. Begitu ada proyek besar, pasti ada restoran yang masuk, hotel bintang tiga akan muncul. Hal seperti ini yang tidak dilihat. Ini peluang yang bisa diambil, sehingga kecepatan kita dalam membangun infrastruktur bisa kita lakukan," katanya.(nv)