Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Bulan Oktober, Deflasi 0,08 Persen

Jakarta, 03/11/2015 Kemenkeu – Pada Bulan Oktober 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan deflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsume (IHK) sebesar 121,57. Dari 82 kota IHK, 44 kota tercatat mengalami deflasi dan 38 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,95 persen dengan IHK 127,18. Untuk yang terendah terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,01 persen dengan IHK 118,04. Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,49 persen dengan IHK 123,07 dan terendah terjadi di Yogyakarta sebesar 0,01 persen dengan IHK 119,15.


Dari data yang dilansir melalui laman BPS, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,06 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau sebesar 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,16 persen, dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.


Dengan capaian ini, tingkat inflasi tahun kalender (Januari – Oktober) 2015 adalah sebesar 2,16 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2015 terhadap Oktober 2014) sebesar 6,25 persen. Komponen inti pada Oktober 2015 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari – Oktober) 2015 tercatat sebesar 3,55 persen. Dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2015 terhadap Oktober 2014) sebesar 5,02 persen. (as)