Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Butuh Kerja Sama Semua Pihak Guna Redam Penyelundupan Barang Ilegal

Jakarta, 24/05/2013 MoF (Fiscal) News – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono mengatakan, perlu kerja sama antar instansi pemerintahan terkait, untuk mengatasi penyelundupan barang-barang ilegal di Indonesia. Oleh karena itu, instansinya terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemendag yaitu Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan Dirjen Standarisasi dan Perlindungan, Karantina, dan aparat pengawas lain melakukan pembicaraan dua kali dan punya platform yang sama," ujarnya di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat (24/5).

Agung mengungkapkan, saat ini potensi penyelundupan yang terbesar berada di daerah yang terikat perjanjian kawasan perdagangan bebas seperti di Batam. Menurutnya, di kawasan tersebut memiliki aktivitas lalu lintas perdagangan yang tinggi sehingga harus diawasi.

"Di Batam ada 4 pelabuhan penyumbang pemasukan, antara lain Hang Nadim, Batu Ampar, Sekupang. Selain 4, ada 50 lebih pelabuhan rakyat yang semua arus keluar kapal, keluar masuk ratusan kapal," tambahnya.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, katanya, juga terus menangkap upaya-upaya penyelundupan di daerah tersebut. "Kami sudah beberapa kali lakukan penggeledahan, tangkap satu kapal isinya sekitar 500/800 laptop berbagai jenis.  Kalau satu kapal bawa 500 laptop dan tiap hari ratusan kapal lalu lalang di situ. Potensi ini yang harus dibicarakan bersama," ungkapnya.

Hal tersebutlah, menurutnya, kerja sama otoritas terkait lainnya menjadi penting dilakukan. Sehingga pasar nasional tidak lagi dipenuhi produk-produk ilegal dan akhirnya kepentingan konsumen tidak ternodai. "Kalau bea cukai sendiri yang akan mengawasi, akan susah," tutupnya.