Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Cegah Penyelundupan, Menkeu Imbau Nelayan Laporkan Hal Mencurigakan di Perairan

Jakarta, 21/07/2017 Kemenkeu – Sinergi positif antara Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil menindak kapal Wanderlust yang mengangkut satu ton narkotika jenis methampethamine (sabu) yang kasusnya telah berhasil diungkap pada hari Kamis (13/07) di daerah Serang, Banten.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan untuk melapor kepada aparat apabila mengetahui kegiatan yang mencurigakan. Wilayah perairan Indonesia yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri bagi para aparat penegak hukum dalam mengawasi dan memberantas upaya penyelundupan barang larangan dan dibatasi.

”Saya juga ingin menghimbau kepada seluruh nelayan bahwa apabila melihat berbagai kegiatan yang mencurigakan. Seperti yang disampaikan oleh Kapolri bahwa kegiatan ini tadinya adalah ship to ship atau pemindahan. Jadi, kalau para nelayan kita mengetahui atau melihat kegiatan-kegiatan yang mencurigakan itu, bisa menyampaikan kepada aparat dan pihak yang berwajib apakah itu Bea Cukai BNN, Polri maupun TNI,” pesannya pada konferensi pers bersama di Polda Metro Jaya (20/07).

Menkeu juga mengapresiasi sinergi yang dilakukan DJBC, TNI dan Polri dalam melakukan penangkapan kapal Wanderlust. “Saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Bea Cukai yang telah melakukan tugasnya dengan sangat baik untuk bersama-sama dengan BNN dan Polri serta TNI untuk menjaga wilayah Republik Indonesia. Saya berharap bahwa jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai akan terus melakukan tugas pengamanan Republik Indonesia baik dari kejahatan maupun pengamanan penerimaan negara,” pungkasnya. (ip/nr)