Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dalam Sidang Tahunan IDB, RI Tunjukkan Kesuksesan Sukuk Biayai Infrastruktur

Jakarta, 12/05/2016 Kemenkeu - Dalam rangkaian acara Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke-41, Indonesia sebagai tuan rumah berkesempatan menyelenggarakan konferensi terkait pemanfaatan Sukuk bagi pembangunan infrastruktur. Menurut rencana, seminar bertajuk “1st Annual Islamic Finance Conference/Forum on Sukuk for Infrastructure Development: Sukuk for Infrastructure Financing and Financial Inclusion Strategy’ tersebut akan diselenggarakan pada 17 Mei 2016.

“Dari salah satu kegiatan seminar kita juga akan berkesempatan menyelenggarakan annual Islamic finance conference, ini khusus membahas mengenai Indonesia terkait dengan Forum on Sukuk for Infrastructure,” kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Andin Hadiyanto dalam konferensi pers terkait Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke-41 yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta pada Rabu (11/5).

Dalam seminar yang akan berlangsung selama satu hari tersebut, Indonesia berkesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan Sukuk untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Forum ini diyakini dapat memberikan kontribusi positif bagi negara-negara lain yang ingin belajar tentang pemanfaatan Sukuk dari Indonesia.

Melalui seminar ini, Pemerintah Indonesia berharap, penggunaan Sukuk sebagai salah satu instrumen pembiayaan infrastruktur, baik di Indonesia maupun di dunia internasional dapat lebih berkembang. “Ini juga sangat baik bagi Indonesia untuk mendapat masukan dari negara-negara lain yang mempunyai pengalaman yang sama, sehingga pengembangan Sukuk kita harapkan bisa lebih baik lagi,” terangnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Pemerintah Indonesia akan terlibat aktif dalam forum tahunan tersebut. Hal ini ditandai dengan terlibatnya beberapa menteri Kabinet Kerja sebagai pembicara inti dalam seminar.

“Keterlibatan Pemerintah Indonesia sangat aktif di dalam annual meeting ini. Beberapa menteri Kabinet Kerja juga akan menjadi pembicara inti, seperti Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan, Menteri Sosial dan Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), dan tentunya pejabat-pejabat senior Indonesia, akan menjadi pembicara dalam event tersebut,” urainya.

Sebagai informasi, seminar satu hari tersebut akan mempertemukan para pembuat kebijakan, regulator, akademisi, serta pelaku pasar keuangan syariah yang paling berpengaruh dari seluruh dunia untuk membahas isu-isu utama yang akan membantu meningkatkan peran keuangan Islam dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.(nv)