Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Dampak Positif Revaluasi Aset Bagi Pajak dan Ekonomi

Jakarta, 31/12/2015 Kemenkeu – Hingga pukul 12 siang pada 30 Desember 2015, penerimaan pajak sudah mencapai Rp1.016 triliun. Kementerian Keuangan terus berusaha untuk dapat mencapai target, paling minimal dalam menjaga defisit anggaran di kisaran 2,7 persen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan revaluasi aset, yang dilakukan oleh perusahaan BUMN dan swasta.


“Ada upaya lebih di sisi administrasi perpajakannya termasuk kebijakan kita lakukan revaluasi yang ternyata dapatkan tambahan pemasukan di bulan Desember ini,” kata Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro di Kantor Kementerian Keuangan pada Rabu Sore (30/12). Ia menilai, revaluasi ini juga disasar tidak hanya dalam hal penerimaan pajak, namun bagaimana upaya ini bisa mendorong ekonomi.


“Revaluasi ini bukan hanya sisi penerimaan pajaknya. Tapi dari sisi perusahaan yang mengalami revaluasi dapat mendapatkan tambahan nilai aset, tambahan modal dan ujungnya mereka punya kemampuan meminjam lebih besar. Jadi mendorong perusahaan Indonesia untuk bisa lakukan ekspansi atau untuk investasi. Jadi dampak ke ekonomi lebih penting daripada dampak penerimaan pajak,” jelas Menkeu.


Sebagai informasi Menteri Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191/PMK.010/2015 tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap untuk Tujuan Perpajakan bagi Permohonan yang Diajukan pada tahun 2015 dan tahun 2016. PMK ini mengatur diskon pajak bagi perusahaan yang melakukan revaluasi asset, sebagai bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Kelima. (as)