Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech pada acara peringatan 1 Tahun IFAD di Indonesia di Hotel Hyatt, Jakarta (08/08)

Dana Desa Optimal, Daya Beli Masyarakat Meningkat

Jakarta, 09/08/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan bahwa dilihat dari jumlah dana, maka dana yang paling efektif dalam memberikan dampak ke masyarakat adalah dana desa. Hal ini disampaikannya usai memberikan keynote speech pada acara peringatan 1 Tahun IFAD di Indonesia, pada Selasa (08/08) di Hotel Hyatt, Jakarta.

Lebih lanjut Menkeu berbicara mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2017. Menurutnya, nilai pertumbuhan konsumsi 4,95% dilihat sebagai sesuatu yang positif namun tetap harus disikapi dengan hati-hati, karena konsumsi memberikan dampak yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Nilai dari dana desa itu kan bisa sampai 60 Triliun sendiri, jadi angka itu harusnya bisa sampe ke level bagaimana membuat mereka betul-betul bisa meningkatkan daya beli masyarakat," ujar Menkeu

Saat ini dana desa fokus pada dampak dan desain agar dapat benar-benar membuahkan hasil. Menurut Menkeu, program yang dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dapat dijadikan referensi agar dana desa bisa digunakan secara efektif. Di samping itu, penting bagi desa untuk memiliki kapasitas kelembagaan yang permanen agar mampu mengelola dana desa yang digulirkan tiap tahun.

"Sekarang ini desa tiap tahun mendapat alokasi uang sehingga dia harus memiliki kemampuan secara kelembagaan untuk bisa mengelola, menggunakan, dan menghasilkan dampak yang positif." jelasnya

Menkeu juga menyebutkan dengan tingkat inflasi yang masih di bawah 4%, maka diharapkan momentum konsumsi akan meningkat pada kuartal III dan IV. Beberapa program Pemerintah untuk mengakselerasi hal tersebut antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan Beras Sejahtera (Rastra). Walaupun eksekusi masih agak terlambat, tetapi askelerasi ini tetap dapat meningkatkan kapasitas masyarakat menengah ke bawah untuk bisa mendapatkan momentum peningkatan konsumsi. Sedangkan bagi kalangan menengah, pertumbuhan positif dapat menimbulkan kepercayaan untuk melakukan investasi dan konsumsi. (ma/nr)