Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit Anggaran jadi Bukti Sulitnya Negara Kumpulkan Pajak

Jakarta, 24/05/2016 Kemenkeu - Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, saat ini banyak negara yang mengalami sulitnya mendapatkan penerimaan pajak. Salah satu tandanya adalah dari penerapan kebijakan defisit anggaran. Oleh karena itu, banyak negara menyetujui Automatic Exchange of Information (AEoI) dalam forum G20.

“Dari berbagai negara di dunia apalagi sekarang harga komoditas lagi rendah-rendahnya, susah menemukan negara yang budget surplus, dan malah banyak yang defisitnya jauh di atas Indonesia,” jelas Menkeu saat International Conference on Tax, Investment and Business di Aula Dhanapala, Jakarta pada Senin (23/05).

Makin banyaknya perusahaan multinasional yang tidak membayar pajak dengan benar, menimbulkan masalah tersendiri tak terlepas dari negara maju. “Karena banyak negara yang frustasi, bahkan AS juga frustasi, maka munculnya ide AEoI, ya dari AS juga, ketika mereka merasa bank secrecy memperlambat pendapatan pajak,” jelasnya.

Dengan adanya pertukaran informasi tersebut, diharapkan tidak ada lagi upaya penyembunyian pajak oleh perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggung jawab. “Itu sudah automatically, dengan diterapkannya AEoI, no more bank secrecy and no where to hide. Jadi ga bisa lagi penghindaran pajak dan tidak melaporkannya sama sekali,” tegasnya. (as)