Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit Anggaran Terhadap PDB Dijaga Maksimal 2,5 Persen

Jakarta, 12/05/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintah akan mempertahankan defisit anggaran maksimal 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun ini mengalami potensi peningkatanan dari target APBN 2014 sebesar 1,69 persen. Peningkatan ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang menurun dan beban dari Bahan Bakar Minyak (BBM) yang meningkat akibat melemahnya nilai tukar rupiah.


“Defisit saya kira sekarang musti realistis, saya bilang 2,5 persen maksimum (defisit anggaran), tapi kalau bisa di bawah itu,” ujar Menteri Keuangan M. Chatib Basri di Jakarta, Jumat (9/5).


Menurutnya, dengan adanya risiko perlambatan ekonomi ke depan, maka implikasi ke anggaran cukup besar, salah satunya pendapatan dari sektor pajak akan mengalami penurunan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan seberapa besar penurunan dari sisi penerimaan negara.


Di samping itu, sambung Menkeu, beban BBM yang mengalami peningkatan karena rupiah mengalami pelemahan dan lifting yang turun membuat defisit melebar. “Deviasi rupiah cukup besar, kalau Rp1.000 saja ada tambahan (APBN) sebesar USD3 miliar, belum lagi lifting-nya ada di bawah target,” terangnya.


Implikasinya, tambah Menkeu, harus ada pengeluaran yang dikurangi dalam hal ini yang paling ideal adalah subsidi BBM. Namun, hal tersebut sulit dilakukan mengingat tahun ini adalah tahun pemilu, maka mau tidak mau harus ada pengeluaran lainnya. “Kita akan bawa ke DPT tapi kita akan jaga defisitnya di 2,5 persen dan market tidak perlu khawatir dengan defisit yang naik ini,” pungkasnya. (ans)