Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Defisit Anggran Bisa Dihinidari, Asal….

Denpasar, 20/01/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa Universitas Udayana, Denpasar, Bali pada Jumat (20/01). Dalam paparannya, Menkeu menjelaskan bahwa rasio pajak dan tingkat kepatuhan pajak di Indonesia, saat ini masih terbilang rendah. Terutama apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Menkeu menyebutkan bahwa jika kedua hal tersebut bisa lebih meningkat, maka defisit anggaran dapat dihindari.

“Kepatuhan pajak di Indonesia masih terbilang rendah yaitu di 62,3 persen. Kalau tingkat kepatuhan mencapai 80 persen saja penerimaan perpajakan pasti bisa meningkat,” katanya.

Menurut Menkeu, dengan pendapatan negara yang lebih tinggi, pemerintah akan dapat meninkatkan belanja yang berutujuan menurunkan kesenjangan di Indonesia. “Kita bisa tingkatkan belanja untuk masyarakat miskin dan mengurangi kesenjangan,” tambahnya.

Lebih lanjut Menkeu menjelaskan bahwa rasio pajak di Indonesia harus ditingkatkan lagi, karena berada pada level 11 persen. “Ini tidak acceptable, negara yang satu kelas dengan kita bisa 15-16 persen. Misal Malaysia dan Thailand itu bisa 15 persen,” jelasnya.

Menkeu meyakini, dengan pertambahan pada rasio pajak tersebut, Indonesia akan mampu menambah pendapatan negara sebesar Rp500 triliun. “Bayangkan kalau kita bisa 15 persen, kita mampu tambah sekitar Rp500 triliun. Sehingga belanja kita yang dua ribuan triliun itu tidak jadi defisit,” ungkapnya. (as/rsa)